MANOKWARI - Kamis (16/04/2026), Bupati Kabupaten Kaimana, Drs. Hasan Achmad,M.Si berkesempatan tampil pertama saat memaparkan sejumlah program strategis pembangunan daerah dalam Rapat Kerja Bupati se-Provinsi Papua Barat. Paparan tersebut menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah Kabupaten dan Provinsi guna mendorong kemandirian ekonomi daerah.
Bupati Hasan Achmad menyoroti enam sektor utama pembangunan, yakni pertanian, pendidikan, infrastruktur, pemberdayaan masyarakat kampung, perdagangan dan UMKM, serta afirmasi ekonomi bagi Orang Asli Papua (OAP).
Dijelaskan pada sektor pertanian, komoditas pala menjadi unggulan dengan peningkatan luas areal dari 12.296 hektare pada 2024 menjadi 13.016 hektare pada 2025. Produksi pala juga meningkat dari 542 ton menjadi 702 ton. Selain itu, komoditas padi mencatat produksi 7,50 ton pada 2025, meskipun luas panen masih terbatas.
Sementara itu, pada aspek ketahanan pangan, komoditas seperti kelapa, pisang, sukun, dan kopi menunjukkan perkembangan positif, baik dari sisi luas lahan maupun produksi, sebagai bagian dari penguatan komoditas sekunder daerah.
Selanjutnya untuk bidang pendidikan, Pemerintah Kabupaten Kaimana mengusulkan pembangunan sekolah rakyat dengan dua opsi lokasi. Lokasi B daerah Sisir dinilai lebih strategis karena memiliki lahan seluas 13 hektare yang telah bersertifikat, siap bangun, serta didukung fasilitas pendidikan yang telah tersedia.
Pada sektor infrastruktur, capaian pembangunan rumah layak huni mencapai 2.456 unit selama periode 2021–2025. Pemerintah daerah juga menargetkan pembangunan lanjutan pada 2027–2029, serta program jangka pendek berupa bantuan stimulan swadaya dan pembangunan rumah khusus bagi korban bencana.
Selain itu, Bupati Kaimana juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan provinsi, khususnya ruas Hailar–Bumsur dan Lobo–Werua yang mengalami kerusakan parah. Pemerintah daerah mengajukan intervensi anggaran dari pemerintah provinsi guna mendukung perbaikan permanen, mengingat ruas tersebut merupakan jalur vital penghubung ekonomi masyarakat.
Dalam upaya pemberdayaan masyarakat kampung, program Transformasi Ekonomi Akar Rumput (TEKAD) telah dijalankan di lebih dari 35 kampung di tujuh distrik sejak 2023. Program ini mencakup pengembangan demplot pertanian dan pendirian rumah inovasi teknologi desa.
Pemkab Kaimana juga mendorong digitalisasi desa melalui pemetaan RIPARKAB 2026–2045 serta peningkatan akses internet yang saat ini telah menjangkau 74 unit dari total 84 titik.
Di sektor perdagangan dan UMKM, tercatat sebanyak 9 UMKM telah memiliki perizinan berbasis risiko, 43 sertifikat halal telah diterbitkan, serta lebih dari 10 proses perizinan sedang berjalan. Produk lokal seperti olahan sagu, kerupuk ikan, abon, dan minyak kelapa menjadi fokus hilirisasi.
Untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi UMKM, pemerintah mengidentifikasi kebutuhan peralatan seperti mesin vacuum, spinner peniris minyak, dan hand sealer.
Pada bagian akhir, Bupati Kaimana menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung afirmasi ekonomi bagi pelaku usaha Orang Asli Papua. Hal ini diwujudkan melalui kebijakan pengadaan barang dan jasa pemerintah yang berpihak pada pelaku usaha lokal serta implementasi program pemberdayaan OAP.
Penulis : Givenly Frans
Komentar