Workshop Monev Untuk Sekber PROSPPEK Otsus Papua Barat

Kota Sorong, Februari 2022. Sebuah pelaksanaan program tentu sangat bergantung pada proses monitoring untuk mengetahui apakah program tersebut sudah berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan atau belum, apakah ada hal yang harus dibenahi atau tidak, atau apakah target sudah tercapai atau belum. Proses ini penting untuk mengetahui apakah program benar-benar sudah berjalan sesuai dengan tujuannya atau tidak.

Sementara itu, di akhir program penting untuk melakukan evaluasi keseluruhan agar pelaku program bisa mendapatkan gambaran utuh tentang pelaksanaan program mereka, termasuk apa pelajaran penting yang didapatkan, dan apa yang harus diperbaiki.

Kemampuan melakukan monitoring dan evaluasi ini dianggap penting untuk dikuasai oleh anggota Sekretariat Bersama (Sekber) PROSPPEK-Otsus, baik di tingkat provinsi Papua Barat maupun di tingkat kabupaten. Mitra pembangunan KOMPAK-BaKTI yang selama ini ikut membantu pelaksanaan PROSPPEK-Otsus di Papua Barat menggelar kegiatan Workshop monitoring dan evaluasi untuk para anggota Sekber PROSPPEK-Otsus di Sorong, 17-18 Februari 2022.

Kegiatan yang diikuti 10 orang peserta perwakilan Provinsi Papua Barat, Kabupaten Sorong, Kabupaten Kaimana, Kabupaten Manokwari Selatan, dan Kabupaten Fakfak ini dibuka secara resmi oleh Direktur Eksekutif Yayasan BaKTI, Yusran Laitupa di Hotel Rylich Panorama Sorong. Dalam sambutannya, Yusran Laitupa menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh Tim Komunikasi KOMPAK-BaKTI ini adalah rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas untuk anggota Sekber PROSPPEK-Otsus Papua Barat yang masuk ke dalam rangkaian kegiatan Program Landasan.

Workshop yang digelar selama 2 hari ini dimulai dengan pemaparan tentang siklus perencanaan dari Legius Wanimbo, Kepala Bidang Perencanaan Otus, Bappeda Papua Barat. Dalam pemaparannya, Legius Wanimbo menerangkan tentang siklus perencanaan dalam setiap kegiatan atau program pemerintah, salah satunya termasuk peran penting monitoring yang menjamin berjalannya program sesuai dengan rencana.

Peserta dari Kabupaten Fakfak Dalam Pelatihan Monev

Workshop Monitoring dan Evaluasi ini juga membawa sebuah materi yang berbeda yaitu pentingnya peran Gender Equality Disability and Social Inclusion  (GEDSI) dalam perencanaan, monitoring, dan evaluasi program. Secara singkat, sebuah program harus memperhatikan kesetaraan gender dan mengakomodir kebutuhan semua kalangan termasuk kalangan rentan dan difabel. Kesadaran tentang GEDSI harusnya dibangun sejak awal, mulai tahap perencanaan, hingga pelaksanaan dan monitoring serta evaluasi program.

Selanjutnya peserta diberi pengetahuan tentang tahapan dalam membuat dan merancang kegiatan monitoring, termasuk menyiapkan indikator dan tools atau alat untuk memonitor pelaksanaan program terutama program komunikasi. Peserta diajak untuk membuat simulasi memonitor sebuah pelaksanaan program di daerah mereka masing-masing dengan indikator dan alat yang sudah disiapkan.

Salah satu peserta, Hatidjah Rumain dari Bappeda Provinsi Papua Barat mengaku senang mengikuti kegiatan ini. “Selama ini kita sudah melaksanakan monitoring tapi memang tidak ada ilmunya, sekarang kami tahu cara atau metode yang tepat untuk melakukan monitoring kegiatan,” katanya.

Kegiatan ini ditutup oleh Caroline Tupamahu, team leader Tim Komunikasi KOMPAK-BaKTI. Dalam sambutan penutupannya, Caroline Tupamahu berharap apa yang sudah didapatkan oleh peserta dalam workshop ini bisa diaplikasikan dalam pekerjaan mereka sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *