Pelatihan Komunikasi Persuasif untuk Sekber PROSPPEK Otsus

Komunikasi kadang kala dianggap sebagai hal sepele, hanya karena manusia merasa sudah sering berkomunikasi dengan orang lain. Padahal faktanya, tidak semudah itu. Komunikasi tetap menjadi sesuatu yang rumit ketika manusia tidak memahami apa yang akan dikomunikasikannya dan cara terbaik mengkomunikasikannya. Hasilnya, tujuan komunikasi tidak tercapai dan bukan tidak mungkin berbagai masalah akan muncul.

Sadar akan pentingnya komunikasi, Sekretariat Bersama (Sekber) PROSPPEK-Otsus Provinsi Papua Barat bersama mitra pembangunan KOMPAK-BaKTI menggelar Pelatihan Komunikasi Persuasif. Pelatihan ini bertujuan memberikan kemampuan komunikasi persuasif kepada para anggota Sekber PROSPPEK-Otsus Provinsi Papua Barat agar dapat membantu mereka menjalankan tugas mengkomunikasikan tujuan dari PROSPPEK-Otsus.

Kegiatan ini digelar di Makassar, Sulawesi Selatan pada tanggal 28-30 Oktober 2021. Hadir dalam kegiatan ini perwakilan dari Sekber PROSPPEK-Otsus Provinsi Papua Barat, Kabupaten Manokwari Selatan, Kabupaten Sorong, Kabupaten Fakfak, Kabupaten Kaimana, dan Kabupaten Raja Ampat dengan total peserta 22 orang.

Dalam sambutan pembukaannya, Direktur Eksekutif Yayasan BaKTI, Muhammad Yusran Laitupa menegaskan dukungan mitra pembangunan KOMPAK-BaKTI dalam membantu kelancaran program PROSPPEK-Otsus di Papua Barat, salah satunya dengan memberikan peningkatan kapasitas melalui beragam pelatihan termasuk pelatihan komunikasi persuasif.

Direktur Eksekutif Yayasan BaKTI saat membuka pelatihan

Materi dalam pelatihan ini dibawakan oleh Feby Siahaan, seorang trainer komunikasi yang telah malang melintang di berbagai pelatihan komunikasi baik untuk perusahaan swasta, organisasi, hingga lembaga pemerintahan. Selain seorang akademisi di bidang komunikasi, Feby yang yang memulai karirnya sebagai wartawan pada sebuah media nasional ini juga telah memiliki sertifikat kompetensi dalam bidang komunikasi.

Dalam pemaparannya, Feby Siahaan menegaskan perbedaan antara informasi, sosialisasi, elaborasi, dan persuasi. Menurutnya, tidak semua komunikasi bisa memberi dampak yang menggerakkan orang lain untuk mengikuti apa yang kita mau karena bisa jadi kita hanya memberikan sebatas informasi saja tanpa pesan yang kuat yang mampu membuat orang mengikuti apa yang kita mau.

Materi utama dalam pelatihan ini adalah tentang dasar-dasar komunikasi, termasuk urgensi, definisi, dan proses. Di sesi terakhir, peserta juga diajarkan tentang teknik presentasi di depan umum. Semua materi dibawakan dengan format yang santai dan mampu menarik perhatian peserta.

“Baru kali ini saya ikut pelatihan dan sama sekali tidak bosan. Trainernya sangat menarik dan materinya benar-benar berguna,” kata Joice Magda Tuanakotta, wakil dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Fakfak.

Sementara itu, peserta yang lain Fencye Umarasaru dari Dinas Kominfo Provinsi Papua Barat mengaku senang sekali menjadi peserta pelatihan tersebut. Menurutnya, semua materi yang didapatkan dari pelatihan tersebut sangat berguna untuk diaplikasikan di pekerjaannya sehari-hari.

Peserta pelatihan mengikuti FGD

Di hari ketiga pelatihan, para peserta diajak berdiskusi dalam grup diskusi terfokus dengan tema komunikasi Otsus. Peserta dibagi ke dalam lima grup yang masing-masing membahas topik yang berkaitan dengan komunikasi Otsus. Mulai dari potensi krisis komunikasi, aktor-aktor yang memegang peranan penting dalam komunikasi Otsus, noise atau gangguan dalam komunikasi, pesan utama tentang Otsus yang akan diulang-ulang, serta media komunikasi yang akan digunakan dalam mengkomunikasikan Otsus di Papua Barat.

Kegiatan ini ditutup secara resmi pada hari Sabtu, 30 Oktober 2021 oleh team leader Tim Komunikasi KOMPAK-BaKTI, Caroline Tupamahu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *