Ekonomi

Penyaluran BBM di Manokwari, Sorong, dan Jayapura Kembali Normal

Pasca ricuh pada Senin, 19 Agustus 2019, Pertamina akhirnya dapat melakukan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Manokwari, Sorong, dan Jayapura yang sebelumnya sempat terhambat pada Selasa, 20 Agustus 2019 dini hari.

Unit Manager Communication, Relations & CSR Marketing Operation Region VIII PT Pertamina (Persero), Brasto Galih Nugroho, menyampaikan, ketahanan stok di Terminal BBM Manokwari, Sorong, dan Jayapura dalam kondisi optimal dan normal.

“Penyaluran ke lembaga penyalur pagi ini berjalan dengan baik dengan adanya pengamanan dari petugas dan kerjasama yang baik dari masyarakat,” kata Brasto, dalam rilisnya yang diterima pada Selasa, 20 Agustus 2019.

Menurut Brasto, setelah dibukanya akses jalan yang sempat terblokir di dua titik menuju Terminal BBM di Manokwari dengan pengawalan dari POM AL Papua Barat, penyaluran sudah berjalan aman.

“Penyaluran ini dilakukan untuk memperkuat stok BBM di SPBU, DPPU Rendani, PLTD Andai dan PLTD Sanggeng dan memastikan masyarakat tetap mendapatkan suplai BBM untuk kebutuhan harian,” kata Brasto.

Adapun penyaluran BBM di wilayah Sorong, kata Brasto, telah dilakukan dengan memperkuat stok di 7 titik lembaga penyalur atau SPBU di wilayah kota dan luar Kota Sorong.

Menurut Brasto, kondisi stok di masing-masing SPBU terpantau masih mencukupi dan antrian terpantau normal di wilayah Sorong meskipun dari 7 SPBU itu, 4 SPBU masih memilih untuk tutup sementara sampai kondisi kondusif kembali.

“Adapun stok di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) DEO Sorong juga aman dan bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong tetap beroperasi,” jelas Brasto.

Sementara itu, kata Brasto, Terminal BBM Jayapura juga melakukan penyaluran BBM ke lembaga penyalur lebih awal sejak dini hari sejak pukul 04.00 WIT untuk penyaluran ke wilayah Jayapura dan sekitarnya.

“Penyaluran menuju DPPU Sentani juga telah dilakukan kembali secara normal. Terminal BBM Jayapura sudah melakukan stock build-up untuk wilayah Kota Jayapura dan 11 kabupaten lainnya, termasuk Sarmi, Keerom, Jayawijaya, Tolikara, Yahukimo, Pegunungan Bintang dan wilayah pengunungan lainnya yang BBM-nya disuplai dari Terminal BBM Jayapura melalui pesawat udara,” paparnya.

Brasto juga mengatakan, Pertamina tetap akan terus memantau kondisi untuk melakukan penyaluran BBM serta memastikan seluruh aktivitas penyaluran di wilayah Papua dan Papua Barat dilakukan dengan memperhatikan aspek Health, Safety, Security and Environment***(Sumber:kabarpapua.co)

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close