Uncategorized

now browsing by category

 
Posted by: | Posted on: May 19, 2018

MENPAN Menerima Kunjungan Gubernur Papua Barat

MENPAN Menerima Kunjungan Gubernur Papua Barat

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur menerima kedatangan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, di Kantor Kementerian PANRB, Kamis (17/05). Pertemuan yang juga dihadiri Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB Setiawan Wangsaatmaja, Staf Ahli Bidang pemerintahan dan Otonomi Daerah, membahas perihal SDM di lingkungan Pemprov Papua Barat.

by: humas Menpan

Posted by: | Posted on: May 1, 2018

Gubernur Papua Barat : Tuntunan Kitab Suci yang Dianut Harus Sesuai Koridor Keagamaan

Sorong, InfoPublik – Tuntunan kitab suci yang dianut harus sesuai dengan koridor nilai keagamaan  serta dapat diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bagi masing penganutnya secara lebih baik dan benar.

Demikian sambutan Gubernur Dominggus Mandacan pada pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an  (MTQ) VII tingkat Papua Barat, yang berlangsung di alun-alun Aimas, Senin Malam, (7/5) .

Momentum penyelenggaran MTQ maupun Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) sebagai sarana untuk mengkaji isi kandungan serta berbanding lurus  dengan konsep kekinian  dari konsep-konsep nilai agama  bagi penganutnya, sebut Mandacan,

Menurutnya, pendalaman iman masing-masing penganut  dalam pemahaman nilai-nilai agama  yang dikandung  serta struktur nilai moral dalam  kehidupan sosial kemasyarakatan melalui hukum formal, sehingga menghasilkan tatanan keagamaan yang lebih bermartabat, harap Gubernur Papua Barat.

Acara pembukaan ditandai dengan devile kontingen dari 12 kafilah, yakni Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Wondama, Teluk Bintuni, Raja Ampat, Maybrat, Sorong Selatan, Tambrauw, Fakfak, Kaimana, Kabupaten Sorong, dan Kota Sorong.

Dilanjutkan dengan pengibaran bendera MTQ, menyanyikan himne MTQ serta penyerahan piala bergilir dari Bupati Kaimana kepada Gubernur Papua Barat, dan berikutnya langsung diserahkan kepada Ketua Umum LPTQ (Lembaga Pengkajian Tilawatil Qur’an) Papua Barat, serta langsung ditempatkan pada mimbar kehormatan.

Dan piala bergilir tersebut untuk kembali diperebutkan oleh setiap kafilah dari berbagai utusan daerah. Kegiatan MTQ akan berakhir Sabtu 12 Mei mendatang. (MC.Sorong/rim/eyv)

Posted by: | Posted on: May 1, 2018

Rahasia Kampung Saporkren Papua Barat Raup 300 Juta Setahun

 

Liputan6.com, Jakarta – Saporkren adalah salah satu kampung di barat Pulau Waigeo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Kampung ini sukses beradaptasi seiring laju wisata alam di Raja Ampat.

Menurut Kepala Balai Besar KSDA Papua Barat, R Basar Manullang, sepanjang 2017, kampung ini memiliki pendapatan kurang lebih Rp 300 juta setahun, seiring dengan jumlah kunjungan yang mencapai 1.000 orang dalam setahun.

Capaian ini meningkat lebih dari delapan kali lipat dibandingkan tahun 2014. Kampung Saporkren ini juga termasuk kampung binaan kedua terbaik versi Dirjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2017.

Kampung Saporkren bersinggungan dengan kawasan konservasi Cagar Alam Waigeo Barat. Dulunya kampung yang berpenduduk 398 jiwa itu sebagian warganya pembalak kayu. Usaha tersebut menjadi andalan penghasilan selain sebagai nelayan.

Kondisi itu menarik perhatian Balai Besar KSDA Papua Barat, Raja Ampat dan Fauna & Flora International-Indonesia Program (FFI-IP) dan menjadikannya target kampung binaan.

Konsep yang ditawarkan adalah ekowisata pengamatan burung cenderawasih yang dikombinasikan dengan wisata laut yang lebih dulu tenar. Usaha ini mengalami banyak tantangan. Penolakan didapat dari oknum pemerintah kampung maupun adat yang mendapatkan hasil dari usaha pengolahan kayu.

Seiring dengan jumlah kayu olahan yang berkurang dan patroli rutin yang gencar dijalankan serta rutinnya sosialisasi, beberapa warga kampung mulai sadar dan mau menerima konsep yang ditawarkan. Tahun 2014 dibentuklah Kelompok Tani Hutan Sapokren yang beranggotakan delapan orang, diketuai oleh Orgenes Dimara.

Berawal dari tiga homestay yang dibangun swadaya dan dibantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Raja Ampat, di tahun 2018 menjadi delapan homestay yang dibangun dengan pemandu wisata sebanyak 26 orang. Dampak wisata terus meningkat bagi kesejahteraan warga kampung tersebut.

Peningkatan kapasitas anggota kelompok rutin dilakukan. Mulai dari pengenalan jenis burung, tata cara guide yang baik, pelatihan administrasi, dan bantuan modal berupa peralatan pengamatan burung. Pada 2018, perwakilan kelompok melakukan studi banding ke tempat wisata di Yogyakarta.

Dwi Suryana – Staf Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua Barat)